Sabtu, 25 September 2010

Siti Nurlaelah IPA8

Berlombadalamkebaikan

                Di dalam Al-Qur’an, baikataukebaikanmenggunakan kata ‘ihsan’, ‘birr’, dan ‘ishlah’. Kata ‘ihsan’ (‘ahsan’ dan ‘muhsin)bisadilihatpadafirmanAllah:“Dansiapakah yang lebihbaikagamanyadaripada orang yang ikhlasmenyerahkandirinyakepada Allah, sedangdia pun mengerjakankebaikandanmengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadikesayangan-Nya.” (QS 4: 125)
            Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskanbahwamanusiadiciptakandalambentuk yang sebaik-baiknya.Namun, kemuliaanmanusiaternyatatidakterletakpadakeindahanfisiknya.Kalaumanusiadianggapmuliadengansebabbadannya yang besar, tentuakanlebihmuliabinatangternaksepertisapi, kerbau, unta, gajahdansebagainya yang memilikiberatbadanjauhlebihberat. Karenanyabilamanusiahanyamengandalkankehebatandankeagungandirinyapadaberatbadan, makadiabisalebihrendahkedudukannyadaripadabinatangternak yang kemuliaannyaterletakpadaberatbadannya. Allah SWT berfirman:“Dan sesungguhnya Kami jadikanuntukisinerakajahanamkebanyakandarijindanmanusia, merekamempunyaihati, tetapitidakdipergunakannyauntukmemahami (ayat-ayat Allah) danmerekamempunyaimata (tetapi) tidakdipergunakannyauntukmelihat (tanda-tandakekuasaan Allah), danmerekamempunyaitelinga (tapi) tidakdipergunakannyauntukmendengar (ayat-ayat Allah). Merekaitusepertibinatangternak, bahkanmerekalebihsesatlagi.Merekaitulah orang-orang yang lalai.” (QS 7: 179).
JalanMenujuAmalBaik
Meskipunkebaikankitasadarisebagaisesuatu yang haruskitalaksanakan,
Niat Yang Ikhlas
Niat yang ikhlasmerupakanfaktorpentingdalamsetiapamal.Karena di dalam Islam, niat yang ikhlasmerupakanrukunamal yang pertamadanterpenting.
CintaKebaikan Dan Orang Baik.
Seseorangakanantusiasmelaksanakankebaikanmanakalapadadirinyaterdapat rasa cintapadakebaikan.

Allah berfirman:
“Dan belanjakanlah (hartabendamu) di jalan Allah, danjanganlahkamumenjatuhkandirimusendirikedalamkebinasaan, danberbuatbaiklah, karenasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuatbaik.” (QS 2: 195).

MerasaBeruntungBilaMelakukan
Pertama, selaludisertaioleh Allah SWT, lihat QS 16: 128.
Kedua, menambahkenikmatanuntuknya, lihat QS 2: 58, 7: 161, 33: 29.
Ketiga, dicintai Allah, lihat QS 7: 161, 5: 13, 2: 236, 3: 134, 3: 148, 5: 96.
Keempat, memperolehrahmat Allah, lihat QS 7: 56.
Kelima, memperolehpahala yang tidakdisia-siakan Allah SWT, lihat QS 9: 120, 11: 115, 12: 56.
Keenam, dimasukkankedalamsurga, lihat QS 5: 85, 39: 34, 6: 84, 12: 22, 28: 14, 37: 80.
MerasaRugiBilaMeninggalkan
Apabilaseseorangmerasaberuntungdengankebaikan yang dilakukannyakarenasejumlahkeutamaan yang disebutkandalam Al-Qur’an, makabilaseseorangtidakberbuatbaikdiaakanmerasasangatrugi, baik di duniainimaupun di akhiratkelak.
MemahamiIlmuKebaikan
Bagiseorangmuslim, setiapamal yang dilakukannyatentuharusdidasaripadailmu, semakinbanyakilmu yang dimiliki, dipahamidandikuasai, makainsya Allah akanmakinbanyakamal yang bisadilakukannya.
Kebaikan Yang Diterima
Setiapkebaikan yang dilakukanseseorangtentuharusmenghasilkanpenilaian yang positifdari Allah SWT.Paling tidak, adaduakriteriatentangkebaikan yang diterimaoleh Allah SWT.
Pertama, ikhlasdalamberamal, yaknimelakukansuatuamaldenganniatsemata-matakarena Allah SWT, atautidakriyadalamartimengharappujiandariselain Allah SWT.Karenaitu, dalamhadits yang terkenal, Rasulullah Saw bersabda yang artinya, “Sesungguhnyaamalitusangattergantungpadaniatnya.”
Kedua, melakukankebaikanitusecarabenar, karenameskipunniatseseorangsudahbaik, bilaiamelakukanamaldengancara yang tidakbenar, makahalitutetaptidakbisaditerimaoleh Allah SWT.
Yaitudenganmemberitahukanbahwapintukebaikansangatluas.Adabeberapaamalan yang menyamaipahala orang yang berinfak, bahkanbisamelebihnya.Beliaubersabda,
أَوَلَيْسَقَدْجَعَلَاللَّهُلَكُمْمَاتَصَّدَّقُونَإِنَّبِكُلِّتَسْبِيحَةٍصَدَقَةًوَكُلِّتَكْبِيرَةٍصَدَقَةًوَكُلِّتَحْمِيدَةٍصَدَقَةًوَكُلِّتَهْلِيلَةٍصَدَقَةًوَأَمْرٌبِالْمَعْرُوفِصَدَقَةٌوَنَهْيٌعَنْمُنْكَرٍصَدَقَةٌوَفِيبُضْعِأَحَدِكُمْصَدَقَةٌقَالُوايَارَسُولَاللَّهِأَيَأتِيأَحَدُنَاشَهْوَتَهُوَيَكُونُلَهُفِيهَاأَجْرٌقَالَأَرَأَيْتُمْلَوْوَضَعَهَافِيحَرَامٍأَكَانَعَلَيْهِفِيهَاوِزْرٌفَكَذَلِكَإِذَاوَضَعَهَافِيالْحَلَالِكَانَلَهُأَجْرًا
Bukankah Allah telahmenjadikanuntuk kalian apa-apa yang bisa kalian sedekahkan?; Sesungguhnyasetiaptasbih (subhanallah) adalahsedekah, setiaptakbir (Allahuakbar) adalahsedekah, setiaptahmid (Alhamdulillah) adalahsedekah, setiaptahlil (LaaIlaahaIllallah) adalahsedekah, menyerukepadakebaikanadalahsedekah, mencegahdari yang munkaradalahsedekah, danbersetubuhdenganistrijugasedekah.” Merekabertanya, “WahaiRasulullah, apakahjika di antara kami menyalurkanhasratbiologisnya (kepadaistrinya) jugamendapatpahala?”Beliaumenjawab, “Bukankahjikaiamenyalurkannyapada yang haram akanmendapatdosa?Makademikian pula jikaiamenyalurkannyapadatempat yang halal, iaakanmendapatpahala.” (HR. Muslim)












Menyantunikaumdhuafa
            Maksuddarimenyantunikaumduafaialahmemberikanhartaataubarang yang bermanfaatuntukduafa, kaumduafasendiriialah orang yang lemahdaribahasa Arab (duafa) atau orang yang tidakpunyaapa-apa, danmerekaharusdisantunibagikewajibanmuslimuntuksalingmemberi, itusebagaibentukibadahkepada Allah Swtperludigarisbawahi, bahwa “memberi” tidakharusuangmalahkitaberikanmakananbisatapinantiibadahnyaakanmengalirterussepertihalnyainfakdankalausudahdiberiakanjaditanggungjawab orang miskinitu, misalsajabarang yang diberikandigunakanuntukberibadahkepada Allah atauhalpositiflainnyaakanterkenapahala yang sama, ketikaDiagunakantadi, sebaliknyadegandigunakanmencopetataujudikitatidakakanmendapatpahalaburukdari orang miskinituinsya Allah pahalanyatidakakanberkurangsetelahmemberikepada orang miskinitugunakan.
            Untukanakyatim, Islam memerintahkanuntukmemeliharanya(1).Memuliakannya(2).Tidakbolehberlakusewenang-wenang(3).Menjagahartanya( kalauada), sampaianakyatimtersebutdewasa, mandiridanbisamengurushartanya(4).
Sepertidijelaskandalamhadistbukharidibawahinibilaseseorangmemeliharaanakyatim :
Dari SahlbinSa’adr.a.,katanya: "Rasulullahs.a.w. bersabda: "Sayadan orang yang memeliharaanakyatimitudalamsyurgasepertiini." Beliaumengisyaratkandenganjaritelunjukdanjaritengahnyadanmerenggangkanantarakeduanyaitu." (RiwayatBukhari)
            Untuk fakir miskin, kitaharusmenganjurkan orang untukmemberimakan.Kalautidak, bahaya, cap kitaadalahpendusta agama (5). Fakir miskinjugatermasukkedalamgolongan yang berhakmenerima zakat pun hartarampasanperangdariumatmuslim(6).
Ada Dalam Al-Qur’an ayatberikut :
(5) Al Maun : 3
(6) Al Anam : 141, Al Baqarah : 177, Al Anfaal : 41, Al Hasyr : 7
Perluditekankan, bahwadefenisi Islam untuk orang yang miskinadalah orang yang tidakdapatmencukupikebutuhannya, dantidakpernahberfikiruntukdiberisedekahdantidakmaupergiuntukmeminta-mintakepada orang lain (7).Jadi orang sepertiinilah, yang menyebabkanandamenjadipendusta agama saattidakmenganjurkanuntukmemberinyamakan.
            meminta-mintaitutidakdiperbolehkankecualiadasalahsatudari 3 sebab;
- pertamaseseorang yang menanggungbeban yang amatberat, makaiadiperbolehkanmeminta-mintasampaidapatmemperinganbebannya; kemudianiamengekangdirinyauntuktidakmeminta-mintalagi;
- keduaseseorang yang tertimpakecelakaandanhartanyahabis, makaiabolehmeminta-mintasampaimendapatkankehidupan yang layak,
- yang ketigaseorang yang sangatmiskinsehinggaadatiga orang yang bijaksanadiantarakaumnyamengatakan" sifulanbenar-benarmiskin" makaiadiperbolehkanmeminta-minta, sampaidapathidupdenganlayak,
wahaiQabishahmeminta-mintaselaindisebabkantigahaltadiadalahusaha yang haram dan orang yang memakannyaberartiiamakanbarang haram (HR Muslim ).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar