Sabtu, 25 September 2010

AULIA KUSUMA DEWI IPS1

A. Ayat Al Qur’an tentang Perintah Berkompetisi Dalam Kebaikan

1. Surah Al-Baqarah Ayat 148
a. Terjemahan / Arti
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al Baqarah:148)

b. Penjelasan Kandungan Surat
1) Penjelasan Allah tentang adanya kiblat masing-masing umat
Kiblat masing-masing umat berbeda-beda. Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. serta umat Islam mempunyai Ka’bah sebagai arah kiblat. Sedangkan Bani Israil dan kaum nasrani menggunakan Baitul Maqdis sebagai arah kiblat. Selain kiblat, masing-masing umat juga memiliki syariat dan aturan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya.
2) Perintah Allah SWT kepada manusia untuk berlomba-lomba dalam hal kebajikan
Jangan kamu berlarut-larut berpanjang-panjang bertengkar per¬kara peralihan kiblat. Kalau orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mau me¬ngikuti kiblat kamu; biarkanlah. Sama-sama setialah pada kiblat masing¬-masing. Dalam agama tidak ada paksaan. Tapi berlombalah berbuat serba kebajikan, sama-sama beramal dan membuat jasa di dalam peri-kehidupan ini.
3) Penjelasan tentang akan dikumpulkannya manusia di alam akhirat
Kamu akan dipanggil menghadap kepada Allah. Di sana pertanggung jawabkanlah amalan yang telah dikerjakan dalam dunia ini. Moga-moga dalam perlombaan berbuat kebajikan itu, terbukalah hidayat Tuhan kepada kamu, dan terhenti sedikit demi sedikit pengaruh hawanafsu dan kepentingan golongan; mana tahu, akhirnya kamu kembali juga kepada kebenaran.
4) Penegasan bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kuasa
Kekuasaan Allah kepada para makhluk-Nya bersifat mutalak. Allah berkuasa mnciptakan, menghidupkan, dan mematikan makhlukp-Nya. Oleh karena itu, manusia tidak diperbolehkan untuk bersikap sombong dan menyia-nyiakan amanah yang diberikan Allah kepadanya di dunia.

2. Surah Fatir Ayat 32
a. Terjemahan / Arti
“Kemudian Kami jadikan Al-Quran itu diwarisi oleh orang-orang yang Kami pilih dari kalangan hamba-hamba Kami; maka di antara mereka ada yang berlaku zalim kepada dirinya sendiri (dengan tidak mengindahkan ajaran Al-Quran) dan di antaranya ada yang bersikap sederhana dan di antaranya pula ada yang mendahului (orang lain) dalam berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu ialah limpah kurnia yang besar (dari Allah semata-mata).” (QS Fatir : 32)

b. Penjelasan Kandungan Surat
1) Allah mewariskan kitab suci Al Qur’an kepada hamba-hamba yang terpilih, yaitu umat Islam.
Al Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah kepada Rasul terpilih yakni Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat Islam agar tidak tersesat.
2) Penjelasan tentang sikap umat Islam terhadap Al Qur’an
3 kelompok umat Islam terhadap Al Qur’an, yaitu:
a. Kelompok yang menganiaya diri mereka sendiri: kelompok yaang mengaku agama Islam tetapi perbuatan jahatnya lebih besar dari pada perbuatan baiknya
b. Kelompok yang berada di pertengahan: kelompok umat Islam yang perbuatan-perbuatan baiknya sebanding dengan perbuatan jahatnya.
c. Kelomok yang terkebih dahulu berbuat kebaikan: kelompok umat Islam yang perbuatan baiknya lebih besar dari pada perbuatan buruknya.









B. Ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Duafa

3. Surah Al Isra’ Ayat 26-27
a. Terjemahan / Arti
“(26) Dan Berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang ada dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) dengan boros. (27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada tuhannya.”
(QS Al Isra : 26-27)

b. Penjelasan Kandungan Surat
Pada ayat 26, dijelaskan bahwa selain berbakti, berkhidmat dan menampakkan kasih sayang, cinta, dan rahmat kepada kedua orang tua, kita pun hendaknya memberi bantuan kepada keluarga yang dekat karena mereka yang paling utama dan berhak untuk ditolong. Mereka patut mendapat bantuan hidup di tengah keluarga terdekat yang mampu karena pertalian darah. Mereka pasti ada yang hidup lebih berkecukupan dan ada yang kekurangan sehingga kita sebagai keluarga harus saling membantu.
Allah memerintahkan manusia untuk berbakti dan berbuat baik tidak hanya kepada orang tua saja, namun masih harus berbakti kepada tiga golongan yang lain, yaitu:
1. kepada kaum kerabat
2. kepada orang miskin
3. kepada orang terlantar dalam perjalanan.
Pada ayat 27, Allah mengingatkan bahwa betapa buruknya sifat orang yang boros. Mereka dikatakan sebagai saudaranya setan. Orang yang boros bermakna orang yang membelanjakan hartanya dalam perkara yang tidak mengandung manfaat berarti. Ada sebuah hadis yang terkait dengan perbuatan mubazir (boros) ini, yakni yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Dia berkata bahwa rasulullah telah melintas di tempat Saad sedang mengambil wudu, kemudian rasulullah menegur Saad karena begitu boros. Lalu Saad menanyakan apakah di dlam wudu juga terdapat boros (mubazir)
4. Surah Al Baqarah Ayat 177
a. Terjemahan / Arti
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orangorang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
(Al-Baqoroh:177)
b. Penjelasan Kandungan Surat
a. Tentang Kiblat dan Keimanan
Orang yahudi menganggap bahwa kiblat( tempat menghadap) itu ke barat sedangkan orang Nashrani menganggap kiblat( tempat menghadap) itu ke Timur. Maka Allah memberikan bimbingan bahwa menghadap kiblat adalah kepada apa diperintahkan oleh Allah, Maka tatkala Allah perintah menghadap Baitul maqdis ( Palestina) itulah kebajikan tetapi tatkala Allah perintahkan kiblat ke Masjidil Haram dan itu pulalah kebajikan karena kesana Allah perintahkan. Itulah yang dimaksud bahwa kebajikan itu berdasarkan Iman yang kepada Allah, Iman kepada Hari Akhir, Iman kepada kepada kitab-kitab Allah dan Iman kepada Para Nabi-nabi.
b. Kepedulian Sosial
Kita diperintahkan oleh Allah untuk menyisihkan harta yang kita cintai itu, untuk diberikan kepada kaum kirabat, dan kepada para yatim piatu, dan orang-orang yang miskin dan orang-orang yang membutuhkan lainnya.
c. Berbuat yang terpuji.
Ayat itu menjelaskan kepada kita supaya kita sabar, menepati janji, berlaku adil, berbuat baik dan sebagainya. Kebahagiaan itu adalah bila kita melaksanakan yang diridoi oleh yang maha pencipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar